MATERI TKA BAHASA INDONESIA
PEMAHAMAN TEKSTUAL: MENGIDENTIFIKASI LATAR, KARAKTER, DAN FENOMENA
1. Mengidentifikasi Latar
Latar adalah keterangan dalam teks yang menunjukkan tempat, waktu, suasana, atau keadaan ketika suatu peristiwa terjadi.
Dalam soal TKA, latar tidak selalu dinyatakan secara langsung. Latar dapat diketahui melalui kosakata atau informasi yang terdapat dalam teks.
Contoh:
Pagi itu, para pedagang mulai membuka kios di sepanjang pasar. Suara kendaraan dan tawar-menawar pembeli terdengar sejak matahari terbit.
Latar yang dapat diidentifikasi:
- Waktu: pagi hari
- Tempat: pasar
-
Suasana: ramai
Petunjuknya terdapat pada kosakata seperti pagi, pedagang, kios, pasar, pembeli, tawar-menawar, kendaraan.
2. Jenis-Jenis Latar
a. Latar tempat
Menunjukkan lokasi terjadinya peristiwa.
Contoh kosakata:
- sekolah
- pasar
- rumah
- rumah sakit
- terminal
- pantai
-
perpustakaan
Contoh:
Rina duduk di bangku paling belakang perpustakaan sambil membaca sebuah novel.
Latar tempat: perpustakaan.
b. Latar waktu
Menunjukkan kapan peristiwa berlangsung.
Contoh kosakata:
- pagi
- siang
- sore
- malam
- kemarin
- dahulu
- beberapa tahun kemudian
-
saat matahari terbenam
Contoh:
Menjelang malam, warga mulai menyalakan lampu di depan rumah.
Latar waktu: malam hari.
c. Latar suasana
Menunjukkan keadaan emosional atau keadaan lingkungan ketika peristiwa berlangsung.
Contoh kosakata:
- sunyi
- ramai
- tegang
- mencekam
- gaduh
- tenang
- haru
-
gelisah
Contoh:
Tidak seorang pun berbicara. Mereka hanya menatap pintu yang sejak tadi tidak kunjung terbuka.
Latar suasana: tegang.
d. Latar keadaan
Menunjukkan kondisi yang melingkupi suatu peristiwa.
Contoh:
Setelah hujan deras selama tiga jam, beberapa ruas jalan mulai tergenang.
Latar keadaan: kondisi setelah hujan deras dan banjir/genangan.
3. Mengidentifikasi Latar Berdasarkan Kosakata
Dalam TKA, Anda perlu memperhatikan kata-kata yang menjadi petunjuk latar.
Contoh:
Bau obat memenuhi ruangan. Beberapa pasien terbaring di tempat tidur, sementara seorang perawat memeriksa tekanan darah seorang laki-laki.
Kosakata petunjuk:
- bau obat
- pasien
- tempat tidur
- perawat
-
tekanan darah
Latar yang paling tepat: rumah sakit.
Perhatikan bahwa teks tidak harus mengatakan secara langsung “mereka berada di rumah sakit”. Latar dapat disimpulkan dari kumpulan kosakata.
4. Mengidentifikasi Karakter
Karakter adalah sifat, watak, atau kepribadian tokoh yang tergambar dalam teks.
Karakter tidak hanya diketahui melalui kata sifat seperti:
- rajin
- malas
- jujur
- pemarah
- sabar
- sombong
- rendah hati
- pemberani
- penakut
-
peduli
Karakter juga dapat diketahui melalui tindakan, ucapan, pikiran, dan sikap tokoh.
5. Karakter Berdasarkan Tindakan Tokoh
Perhatikan tindakan tokoh karena tindakan sering menjadi bukti paling kuat untuk menentukan karakter.
Contoh:
Setiap pagi, Dimas datang lebih awal untuk membersihkan kelas sebelum teman-temannya tiba.
Karakter Dimas: rajin dan bertanggung jawab.
Buktinya adalah kebiasaan datang lebih awal dan membersihkan kelas.
Contoh lain:
Meskipun menemukan dompet berisi uang di halaman sekolah, Sinta segera menyerahkannya kepada guru.
Karakter Sinta: jujur.
Bukti: ia tidak mengambil uang tersebut untuk kepentingannya sendiri.
6. Karakter Berdasarkan Ucapan
Karakter juga dapat terlihat dari cara tokoh berbicara.
Contoh:
“Tenang, kita cari jalan keluar bersama. Jangan menyalahkan siapa pun sebelum mengetahui masalahnya.”
Tokoh tersebut dapat menunjukkan karakter tenang, bijaksana, dan tidak mudah menyalahkan orang lain.
Dalam soal TKA, jangan hanya melihat satu kata. Perhatikan isi ucapan dan situasinya.
7. Karakter Berdasarkan Pikiran dan Sikap
Contoh:
Raka sebenarnya merasa takut, tetapi ia tetap maju ketika melihat temannya membutuhkan pertolongan.
Karakter Raka: pemberani.
Ia bukan pemberani karena tidak merasa takut. Justru keberaniannya terlihat karena ia tetap bertindak meskipun merasa takut.
Ini jenis pembacaan yang sering muncul dalam soal analisis. Manusia memang ternyata lebih rumit daripada label “pemberani” atau “penakut”.
8. Karakter Berdasarkan Reaksi terhadap Peristiwa
Perhatikan bagaimana tokoh merespons kejadian.
Contoh:
Ketika mendapat kritik dari gurunya, Nanda tidak marah. Ia mencatat kesalahannya dan memperbaiki tugas tersebut.
Karakter Nanda: terbuka terhadap kritik dan mau memperbaiki diri.
Kata-kata yang menjadi petunjuk:
- tidak marah
- mencatat kesalahan
- memperbaiki tugas
9. Mengidentifikasi Fenomena
Fenomena adalah peristiwa, keadaan, atau gejala yang dapat diamati dan terjadi dalam kehidupan.
Dalam teks, fenomena dapat berupa:
- perubahan perilaku masyarakat
- perkembangan teknologi
- perubahan lingkungan
- kebiasaan sosial
- peristiwa alam
- masalah pendidikan
- perubahan budaya
- keadaan ekonomi
-
perkembangan kehidupan sehari-hari
Contoh:
Banyak siswa kini lebih sering menggunakan telepon genggam untuk mencari bahan pelajaran daripada membuka buku cetak.
Fenomena yang dibahas adalah perubahan kebiasaan siswa dalam mencari informasi karena penggunaan teknologi.
10. Mengidentifikasi Fenomena Berdasarkan Kosakata
Fenomena dapat dikenali melalui kumpulan kosakata yang digunakan.
Contoh:
Sampah plastik semakin banyak ditemukan di sungai. Botol minuman, kantong plastik, dan kemasan makanan menyumbat aliran air sehingga beberapa wilayah mengalami banjir ketika hujan deras.
Kosakata penting:
- sampah plastik
- sungai
- botol minuman
- kantong plastik
- menyumbat
-
banjir
Fenomena yang ditunjukkan: pencemaran lingkungan akibat sampah plastik yang berdampak pada aliran sungai dan banjir.
11. Perbedaan Latar, Karakter, dan Fenomena
| Unsur | Yang dicari | Petunjuk utama |
|---|---|---|
| Latar | Tempat, waktu, suasana, keadaan | Kosakata tempat, waktu, kondisi |
| Karakter | Sifat atau watak tokoh | Tindakan, ucapan, pikiran, sikap |
| Fenomena | Peristiwa atau gejala yang terjadi | Keadaan, perubahan, kebiasaan, peristiwa |
| Contoh: |
Sejak pagi, suasana terminal semakin ramai. Para penumpang berdiri membawa koper, sementara beberapa bus datang dan pergi secara bergantian.
Latar waktu: pagi.
Latar tempat: terminal.
Latar suasana: ramai.
Fenomena: aktivitas penumpang dan bus yang meningkat di terminal.
Tidak ada karakter yang dapat ditentukan karena teks tersebut tidak menggambarkan tokoh tertentu secara cukup jelas.
12. Cara Menentukan Jawaban dari Kosakata
Gunakan pola:
Kosakata → petunjuk → makna → kesimpulan
Contoh:
Lorong itu gelap. Lampu berkedip-kedip dan suara langkah kaki terdengar dari kejauhan.
Kosakata:
gelap, lampu berkedip-kedip, suara langkah kaki
Petunjuk:
keadaan lingkungan yang tidak nyaman dan menegangkan.
Kesimpulan:
latar suasana mencekam/tegang.
13. Jangan Menentukan Jawaban dari Satu Kata Saja
Satu kata belum tentu cukup untuk menentukan latar, karakter, atau fenomena.
Contoh:
Budi berlari meninggalkan rumah ketika mendengar suara petir.
Kata berlari tidak otomatis menunjukkan bahwa Budi pemberani atau penakut.
Harus dilihat konteks lengkapnya.
Ia bisa saja berlari karena:
- takut petir;
- hendak menyelamatkan seseorang;
- mencari tempat berteduh;
-
atau alasan lainnya.
Jadi, dalam soal TKA, konteks lebih penting daripada satu kosakata yang berdiri sendiri.
