wendycode

Materi dan Soal TKA Bahasa Indonesia SMA - Indikator : Kerangka dan Bagan Berdasarkan Bagian-bagian Penting dalam Teks.

0

 

MATERI TKA BAHASA INDONESIA

KERANGKA DAN BAGAN BERDASARKAN BAGIAN-BAGIAN PENTING DALAM TEKS

1. Pengertian Kerangka Teks

Kerangka teks adalah susunan pokok-pokok informasi yang terdapat dalam teks secara teratur dan sistematis.
Kerangka tidak memuat seluruh isi teks. Kerangka hanya mengambil bagian-bagian penting yang mewakili isi teks.
Contoh teks:

Penggunaan transportasi umum dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan raya. Selain mengurangi kemacetan, transportasi umum juga dapat menekan pencemaran udara. Namun, masyarakat akan lebih tertarik menggunakan transportasi umum jika tersedia dengan nyaman, aman, dan tepat waktu.
Kerangkanya:

  1. Manfaat transportasi umum
  2. Pengurangan kemacetan dan pencemaran
  3. Syarat agar masyarakat tertarik menggunakan transportasi umum
    Jadi, kerangka merupakan ringkasan struktur gagasan, bukan sekadar kumpulan kalimat dari teks.

2. Tujuan Menyusun Kerangka

Kerangka digunakan untuk:

  • mengetahui pokok-pokok isi teks;
  • melihat hubungan antargagasan;
  • mengetahui urutan pembahasan;
  • mempermudah memahami teks panjang;
  • menjadi dasar untuk membuat tulisan;
  • menyajikan isi teks secara singkat dan sistematis.
    Dalam TKA, kemampuan yang diuji bukan sekadar kemampuan meringkas. Yang lebih penting adalah memilih informasi yang benar-benar penting dan menyusunnya sesuai struktur teks.

3. Bagian Penting dalam Teks

Bagian penting adalah informasi yang memiliki peran utama dalam membangun isi teks.
Bagian tersebut dapat berupa:

  • topik utama;
  • gagasan utama;
  • gagasan pendukung yang penting;
  • masalah;
  • penyebab;
  • akibat;
  • penjelasan;
  • bukti;
  • solusi;
  • kesimpulan.
    Tidak semua kalimat dalam teks harus masuk ke dalam kerangka.

4. Cara Menentukan Bagian Penting

Perhatikan setiap paragraf dan tanyakan:
“Paragraf ini terutama membahas apa?”
Contoh:

Sampah plastik menjadi salah satu masalah lingkungan yang sulit diatasi. Penggunaan plastik sekali pakai yang tinggi menyebabkan jumlah sampah terus meningkat.
Gagasan penting:
Peningkatan sampah plastik sebagai masalah lingkungan.
Tidak perlu memasukkan semua kata seperti “sulit diatasi”, “sekali pakai”, atau “jumlah sampah terus meningkat” secara terpisah jika semuanya masih menjelaskan satu gagasan utama.

5. Kerangka Harus Mempertahankan Urutan Teks

Kerangka harus mengikuti urutan pembahasan dalam teks.
Contoh:
Paragraf 1 → masalah
Paragraf 2 → penyebab
Paragraf 3 → dampak
Paragraf 4 → solusi
Maka kerangkanya:

  1. Masalah yang dibahas
  2. Penyebab masalah
  3. Dampak masalah
  4. Solusi
    Jangan mengubahnya menjadi:
  5. Solusi
  6. Dampak
  7. Masalah
  8. Penyebab
    jika urutan tersebut tidak sesuai dengan teks.
    Dalam soal TKA, pilihan jawaban yang isinya benar tetapi urutannya salah tetap dapat menjadi pilihan yang keliru.

6. Kerangka Berdasarkan Gagasan Utama

Cara paling mudah menyusun kerangka adalah menemukan gagasan utama setiap paragraf.
Contoh:
Paragraf 1: Pentingnya membaca bagi siswa.
Paragraf 2: Membaca memperluas pengetahuan.
Paragraf 3: Membaca meningkatkan kemampuan memahami informasi.
Paragraf 4: Kebiasaan membaca perlu dibangun sejak sekolah.
Kerangka:

  1. Pentingnya membaca bagi siswa
  2. Membaca sebagai sarana memperluas pengetahuan
  3. Membaca untuk meningkatkan pemahaman informasi
  4. Pentingnya membangun kebiasaan membaca

7. Kerangka Tidak Sama dengan Menyalin Kalimat

Perhatikan:
Teks:

Air bersih sangat penting bagi kehidupan manusia. Air digunakan untuk minum, memasak, mandi, dan berbagai kegiatan lainnya.
Kerangka yang kurang tepat:
Air bersih sangat penting bagi kehidupan manusia. Air digunakan untuk minum, memasak, mandi, dan berbagai kegiatan lainnya.
Itu bukan kerangka. Itu hanya menyalin teks.
Kerangka yang lebih tepat:
Pentingnya air bersih bagi kehidupan dan berbagai kebutuhan manusia.
Jadi, kerangka menggunakan pokok informasi, bukan seluruh kalimat.

8. Kerangka dalam Bentuk Poin

Kerangka paling sederhana disajikan dalam bentuk poin.
Contoh teks:

Olahraga secara teratur memberikan berbagai manfaat bagi tubuh. Aktivitas fisik dapat membantu menjaga kebugaran dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit. Oleh karena itu, olahraga perlu dilakukan secara rutin sesuai dengan kondisi tubuh.
Kerangka:

  1. Manfaat olahraga secara teratur
  2. Olahraga menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh
  3. Olahraga mengurangi risiko penyakit
  4. Pentingnya olahraga secara rutin

9. Kerangka dalam Bentuk Tingkatan

Kerangka dapat menunjukkan hubungan antara gagasan utama dan gagasan pendukung.
Contoh:
Olahraga secara teratur

  • menjaga kebugaran;
  • meningkatkan daya tahan tubuh;
  • mengurangi risiko penyakit.
    Struktur tersebut menunjukkan bahwa olahraga secara teratur merupakan gagasan utama, sedangkan manfaat-manfaatnya merupakan gagasan pendukung.

10. Kerangka Berbentuk Bagan

Bagan merupakan penyajian informasi secara visual untuk menunjukkan hubungan antarbagiannya.
Contoh:
Masalah

Penyebab

Dampak

Solusi
Misalnya teks membahas sampah:
Sampah plastik meningkat

Penggunaan plastik sekali pakai

Pencemaran lingkungan

Pengurangan penggunaan plastik
Bagan tersebut menunjukkan hubungan isi secara lebih ringkas.

11. Perbedaan Kerangka dan Bagan

KerangkaBagan
Menyajikan pokok-pokok isiMenyajikan pokok-pokok isi secara visual
Biasanya berbentuk poinBiasanya berbentuk hubungan, alur, atau tingkatan
Menekankan urutan gagasanMenekankan hubungan antarbagian
Lebih mudah dibuat dalam bentuk daftarLebih mudah dipahami melalui hubungan visual
Contoh kerangka:
  1. Masalah sampah
  2. Penyebab sampah
  3. Dampak sampah
  4. Solusi
    Contoh bagan:
    Masalah → Penyebab → Dampak → Solusi

12. Menentukan Kerangka yang Tepat dari Sebuah Teks

Dalam soal TKA, biasanya Anda akan diberikan sebuah teks dan beberapa pilihan kerangka.
Cara mengerjakannya:
Langkah 1: Tentukan topik teks.
Tanyakan, “Secara umum teks ini membahas apa?”
Langkah 2: Temukan gagasan utama setiap bagian.
Jangan langsung mengambil detail.
Langkah 3: Catat urutan gagasan.
Perhatikan apakah teks bergerak dari masalah ke penyebab, dari umum ke khusus, atau dari sebab ke akibat.
Langkah 4: Buang informasi yang terlalu rinci.
Nama orang, contoh, angka, lokasi, atau ilustrasi tidak selalu perlu masuk kerangka.
Langkah 5: Cocokkan dengan pilihan jawaban.
Periksa tiga hal:

  • isi;
  • urutan;
  • kelengkapan.

13. Kerangka Harus Mewakili Isi Teks

Kerangka yang baik harus mencakup bagian penting teks.
Contoh teks:

Perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan minat baca siswa. Koleksi buku yang beragam dapat membuat siswa memiliki lebih banyak pilihan bacaan. Selain itu, ruang perpustakaan yang nyaman dapat membuat siswa betah membaca. Karena itu, sekolah perlu meningkatkan kualitas perpustakaan.
Kerangka yang tepat:

  1. Peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca
  2. Pentingnya koleksi buku yang beragam
  3. Pentingnya kenyamanan ruang perpustakaan
  4. Upaya meningkatkan kualitas perpustakaan
    Kerangka yang hanya berisi:
  5. Koleksi buku
  6. Ruang perpustakaan
    adalah tidak lengkap, karena tidak mencakup gagasan utama dan kesimpulan teks.

14. Informasi Penting dan Informasi Rincian

Ini bagian yang sangat penting untuk TKA.
Contoh:

Pemerintah melakukan penghijauan di kawasan perkotaan. Sebanyak 500 bibit pohon ditanam di beberapa lokasi pada hari Minggu. Kegiatan tersebut bertujuan mengurangi dampak polusi udara dan meningkatkan ruang terbuka hijau.
Informasi penting:
Penghijauan dilakukan untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan ruang terbuka hijau.
Informasi rincian:
500 bibit pohon ditanam pada hari Minggu.
Angka 500 mungkin penting jika pertanyaannya meminta data khusus, tetapi untuk kerangka umum, informasi tersebut bukan gagasan utama.

15. Kerangka Berdasarkan Hubungan Sebab-Akibat

Jika teks menggunakan pola sebab-akibat, kerangka harus mempertahankan hubungan tersebut.
Contoh:

Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit sungai meningkat. Kondisi tersebut membuat beberapa wilayah mengalami banjir. Banjir kemudian mengganggu aktivitas masyarakat.
Kerangka:

  1. Curah hujan tinggi
  2. Peningkatan debit sungai
  3. Terjadinya banjir
  4. Gangguan terhadap aktivitas masyarakat
    Hubungannya:
    sebab → akibat → akibat lanjutan

16. Kerangka Berdasarkan Masalah dan Solusi

Contoh:

Kemacetan semakin sering terjadi di pusat kota. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah perlu meningkatkan kualitas transportasi umum dan membatasi penggunaan kendaraan di kawasan tertentu.
Kerangka:

  1. Masalah kemacetan di pusat kota
  2. Penyebab kemacetan
  3. Solusi melalui peningkatan transportasi umum
  4. Pembatasan kendaraan di kawasan tertentu

17. Kerangka Berdasarkan Perbandingan

Jika teks membandingkan dua hal, kerangka harus mempertahankan kedua objek yang dibandingkan.
Contoh:

Kendaraan listrik menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Namun, kendaraan listrik masih memiliki keterbatasan, terutama terkait harga dan ketersediaan fasilitas pengisian daya.
Kerangka:

  1. Perbandingan emisi kendaraan listrik dan kendaraan berbahan bakar fosil
  2. Kelebihan kendaraan listrik
  3. Keterbatasan kendaraan listrik
  4. Masalah harga dan fasilitas pengisian daya

18. Kesalahan yang Sering Muncul dalam Soal

Pertama, kerangka terlalu rinci.
Pilihan memasukkan hampir semua detail teks. Padahal kerangka harus ringkas.
Kedua, kerangka terlalu umum.
Contoh:

“Membahas lingkungan.”
Ini terlalu luas dan tidak mewakili isi teks.
Ketiga, ada bagian penting yang hilang.
Teks membahas masalah, penyebab, dan solusi, tetapi pilihan hanya memuat masalah dan penyebab.
Keempat, urutan terbalik.
Semua informasi benar, tetapi susunannya tidak sesuai dengan teks.
Kelima, memasukkan informasi yang tidak terdapat dalam teks.
Pilihan terlihat masuk akal, tetapi sebenarnya menambahkan informasi baru.
Keenam, kerangka berubah menjadi kesimpulan.
Kerangka harus mewakili struktur pembahasan, bukan hanya mengambil kalimat terakhir atau kesimpulan teks.

19. Rumus Cepat TKA

Untuk menentukan kerangka, gunakan pola:
Topik → Gagasan utama → Urutan → Hubungan → Ringkas
Untuk menentukan apakah sebuah pilihan kerangka benar:
Isi benar + urutan benar + bagian penting lengkap + tidak menambahkan informasi = kerangka tepat

20. Inti Materi yang Harus Dikuasai

Yang perlu dikuasai dari indikator halaman tersebut adalah:

  1. Pengertian kerangka teks.
  2. Pengertian bagian penting dalam teks.
  3. Menentukan gagasan utama sebagai dasar kerangka.
  4. Membedakan gagasan utama dan rincian.
  5. Menyusun pokok-pokok informasi secara berurutan.
  6. Menentukan hubungan antargagasan.
  7. Mengubah isi teks menjadi kerangka.
  8. Mengubah isi teks menjadi bagan.
  9. Menilai ketepatan kerangka berdasarkan isi teks.
  10. Menemukan kesalahan kerangka berupa informasi yang hilang, urutan yang salah, terlalu rinci, terlalu umum, atau informasi tambahan yang tidak terdapat dalam teks.
    Rumus paling penting:

Teks → gagasan utama tiap bagian → bagian penting → urutan → kerangka/bagan
Jadi, inti kemampuan pada halaman Kuis 3 bukan sekadar “meringkas teks”. Yang diuji adalah kemampuan menyeleksi informasi penting, memahami hubungan antarbagian, kemudian menyusunnya kembali dalam bentuk kerangka atau bagan tanpa mengubah isi dan urutan logis teks.


Latihan 

Posting Komentar

0 Komentar
Komentar

Tinggalkan pesan yang positif untuk membangun komunikasi yang sehat

Tinggalkan pesan yang positif untuk membangun komunikasi yang sehat

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(360)

Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.Pelajari lagi
Terima!
To Top