MENILAI RELEVANSI PERISTIWA DALAM TEKS DENGAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI
A. Pengertian Relevansi
Relevansi adalah hubungan atau keterkaitan antara suatu hal dengan hal lain sehingga hal tersebut dianggap berhubungan, sesuai, atau masih memiliki kaitan.
Dalam TKA Bahasa Indonesia, relevansi peristiwa berarti kemampuan untuk menilai apakah suatu peristiwa, masalah, tindakan, keadaan, atau pengalaman yang terdapat dalam teks memiliki hubungan dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, soal relevansi tidak hanya menanyakan:
“Apakah peristiwa tersebut pernah terjadi?”
Namun lebih jauh:
“Apakah masalah atau keadaan dalam teks memiliki keterkaitan dengan kehidupan nyata?”
Contoh:
Dalam sebuah teks diceritakan seorang siswa menggunakan telepon genggam secara berlebihan sehingga sulit berkonsentrasi ketika belajar.
Peristiwa tersebut relevan dengan kehidupan sehari-hari karena penggunaan telepon genggam secara berlebihan dapat terjadi dalam kehidupan pelajar.
B. Apa yang Dimaksud dengan Peristiwa dalam Teks?
Peristiwa adalah kejadian atau keadaan yang berlangsung dalam teks.
Peristiwa dapat berupa:
- Tindakan seseorang.
- Masalah yang dialami tokoh.
- Konflik antartokoh.
- Perubahan keadaan.
- Kejadian sosial.
- Kejadian di lingkungan sekolah.
- Kejadian dalam keluarga.
- Fenomena di masyarakat.
- Permasalahan lingkungan.
- Pengalaman seseorang.
Contoh:
“Raka sering menunda mengerjakan tugas karena terlalu lama bermain gim. Akibatnya, ia harus menyelesaikan tugas hingga larut malam.”
Peristiwa utama dalam kutipan tersebut adalah kebiasaan menunda tugas akibat terlalu lama bermain gim.
C. Relevansi Peristiwa dengan Kehidupan Sehari-hari
Sebuah peristiwa dapat dikatakan relevan apabila terdapat hubungan yang masuk akal antara peristiwa dalam teks dengan keadaan yang dapat terjadi atau ditemukan dalam kehidupan nyata.
Relevansi dapat dilihat dari beberapa aspek.
1. Kesamaan masalah
Peristiwa dalam teks memiliki masalah yang sama atau serupa dengan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh:
Teks menceritakan siswa yang kesulitan membagi waktu antara belajar, bermain, dan beristirahat.
Peristiwa tersebut relevan karena masalah pengaturan waktu dapat dialami oleh pelajar dalam kehidupan sehari-hari.
2. Kesamaan situasi
Situasi dalam teks dapat ditemukan dalam kehidupan nyata.
Contoh:
Dalam teks digambarkan siswa harus bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok.
Situasi tersebut relevan karena kerja kelompok merupakan kegiatan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah.
3. Kesamaan perilaku
Tindakan tokoh atau seseorang dalam teks memiliki kemiripan dengan perilaku manusia dalam kehidupan nyata.
Contoh:
Tokoh dalam teks memilih memeriksa informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Perilaku tersebut relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama ketika seseorang menerima informasi melalui media sosial.
4. Kesamaan dampak
Akibat suatu peristiwa dalam teks dapat terjadi dalam kehidupan nyata.
Contoh:
Dalam teks seseorang membuang sampah sembarangan sehingga saluran air tersumbat.
Peristiwa tersebut relevan karena kebiasaan membuang sampah sembarangan memang dapat menyebabkan masalah lingkungan.
5. Kesamaan nilai atau sikap
Nilai yang ditampilkan dalam teks dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh:
Tokoh mengembalikan barang yang ditemukan kepada pemiliknya.
Peristiwa tersebut relevan karena menunjukkan kejujuran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
D. Relevansi Tidak Harus Sama Persis
Ini bagian yang penting dalam soal TKA.
Sebuah peristiwa tidak harus sama persis dengan kehidupan pembaca untuk dianggap relevan.
Yang dinilai adalah hubungan masalah, keadaan, tindakan, akibat, atau nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut.
Contoh:
Teks menceritakan seorang anak yang membantu orang tuanya mengelola toko keluarga.
Siswa mungkin tidak memiliki toko keluarga. Namun peristiwa tersebut tetap dapat relevan apabila dikaitkan dengan tanggung jawab membantu keluarga.
Jadi:
Tidak sama persis ≠ tidak relevan.
Yang penting adalah adanya hubungan yang logis.
E. Bentuk-Bentuk Relevansi
1. Relevansi langsung
Peristiwa dalam teks hampir sama dengan keadaan yang dapat dialami pembaca.
Contoh:
Teks:
“Dina terlambat masuk sekolah karena bangun kesiangan.”
Relevansi:
Keterlambatan akibat bangun kesiangan dapat terjadi dalam kehidupan pelajar.
2. Relevansi tidak langsung
Peristiwa berbeda secara bentuk, tetapi memiliki masalah atau nilai yang sama.
Contoh:
Teks menceritakan seorang pedagang yang mengalami kerugian karena tidak mengatur keuangan dengan baik.
Peristiwa tersebut dapat relevan bagi pelajar melalui persoalan mengatur uang saku.
3. Relevansi berdasarkan nilai
Peristiwa dalam teks memiliki nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
Contoh:
Tokoh tetap jujur meskipun kejujurannya membuat dirinya mengalami kerugian.
Relevansinya adalah pentingnya mempertahankan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.
4. Relevansi berdasarkan masalah sosial
Peristiwa dalam teks berkaitan dengan persoalan yang terjadi di masyarakat.
Contoh:
Teks membahas penyebaran berita palsu.
Peristiwa tersebut relevan karena masyarakat dapat menghadapi persoalan informasi palsu dalam kehidupan sehari-hari.
5. Relevansi berdasarkan sebab dan akibat
Peristiwa dalam teks memiliki hubungan sebab-akibat yang juga dapat terjadi dalam kehidupan nyata.
Contoh:
Kurangnya kepedulian terhadap kebersihan menyebabkan lingkungan menjadi kotor.
Hubungan tersebut relevan karena tindakan manusia dapat memengaruhi kondisi lingkungan.
F. Cara Menilai Relevansi Peristiwa
Untuk menjawab soal TKA, gunakan langkah berikut.
Langkah 1: Temukan peristiwa utama
Jangan langsung melihat pilihan jawaban.
Tentukan terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi dalam teks.
Tanyakan:
“Apa kejadian utama yang dibicarakan?”
Langkah 2: Temukan masalah atau keadaan yang mendasarinya
Peristiwa sering kali bukan inti persoalan.
Contoh:
“Seorang siswa selalu membuka media sosial ketika belajar.”
Peristiwanya adalah membuka media sosial ketika belajar.
Masalah yang mendasarinya adalah kurangnya kemampuan mengendalikan penggunaan media sosial sehingga mengganggu konsentrasi.
Langkah 3: Cari hubungan dengan kehidupan nyata
Tanyakan:
“Apakah keadaan seperti ini dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari?”
Jika dapat terjadi secara masuk akal, terdapat relevansi.
Langkah 4: Perhatikan bentuk hubungannya
Hubungan tersebut dapat berupa:
- masalah yang sama;
- situasi yang sama;
- perilaku yang sama;
- akibat yang sama;
- nilai yang sama;
- atau persoalan sosial yang sama.
Langkah 5: Hindari hubungan yang dipaksakan
Pilihan jawaban yang hanya mempunyai hubungan sangat jauh dengan teks biasanya bukan jawaban terbaik.
Relevansi harus dapat dijelaskan secara logis.
G. Contoh Analisis
Bacalah teks berikut.
“Banyak siswa membawa telepon genggam ke sekolah. Perangkat tersebut dapat membantu mereka mencari informasi untuk pembelajaran. Namun, sebagian siswa menggunakannya untuk bermain gim atau membuka media sosial ketika guru sedang menjelaskan pelajaran. Akibatnya, perhatian mereka terhadap pembelajaran menjadi berkurang.”
Peristiwa utama:
Sebagian siswa menggunakan telepon genggam untuk kegiatan yang tidak berkaitan dengan pembelajaran ketika proses belajar berlangsung.
Masalah:
Penggunaan telepon genggam yang tidak terkendali dapat mengganggu konsentrasi belajar.
Relevansi dengan kehidupan sehari-hari:
Peristiwa tersebut relevan dengan kehidupan pelajar karena penggunaan telepon genggam dalam kegiatan belajar merupakan keadaan yang dapat terjadi dalam kehidupan nyata.
Nilai atau pelajaran:
Teknologi dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat, tetapi penggunaannya perlu dikendalikan.
H. Contoh Menilai Pilihan Pernyataan
Berdasarkan teks di atas, pernyataan manakah yang paling relevan?
A. Siswa harus dilarang memiliki telepon genggam.
B. Penggunaan telepon genggam perlu disesuaikan dengan tujuan dan situasi.
C. Semua teknologi memberikan dampak buruk terhadap pendidikan.
D. Bermain gim merupakan kegiatan yang selalu merugikan siswa.
Jawaban terbaik adalah B.
Alasannya, pernyataan tersebut berkaitan langsung dengan masalah dalam teks, tetapi tidak melebih-lebihkan informasi.
Pilihan A terlalu mutlak karena teks tidak mengatakan bahwa kepemilikan telepon genggam harus dilarang.
Pilihan C juga terlalu mutlak karena teks justru menunjukkan bahwa telepon genggam dapat membantu pembelajaran.
Pilihan D terlalu luas karena teks tidak menyatakan bahwa bermain gim selalu merugikan.
I. Relevansi dengan Nilai Kehidupan
Dalam teks fiksi, relevansi sering kali tidak terletak pada kejadian secara harfiah, tetapi pada nilai yang terkandung di dalamnya.
Contoh:
Seorang tokoh mengakui kesalahannya meskipun ia takut mendapatkan hukuman.
Peristiwa:
Tokoh mengakui kesalahan.
Nilai:
Kejujuran dan tanggung jawab.
Relevansi:
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang juga perlu berani mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas tindakannya.
Jadi, ketika mengerjakan soal relevansi teks fiksi, jangan hanya bertanya:
“Apakah saya pernah mengalami kejadian yang sama?”
Tanyakan juga:
“Apakah sikap, masalah, konflik, atau nilai dalam peristiwa tersebut dapat ditemukan dalam kehidupan nyata?”
J. Relevansi Peristiwa dengan Kehidupan Pelajar
Soal TKA dapat menghubungkan peristiwa dalam teks dengan kehidupan siswa.
Beberapa bidang yang sering digunakan adalah:
- Kehidupan sekolah
- Persahabatan
- Keluarga
- Penggunaan teknologi
- Media sosial
- Pengelolaan waktu
- Tanggung jawab
- Kejujuran
- Kerja sama
- Lingkungan
- Kedisiplinan
- Pengambilan keputusan
- Perbedaan pendapat
- Tekanan dari lingkungan
- Kebiasaan sehari-hari
Contoh:
Teks menceritakan seorang siswa yang mengikuti keputusan kelompok meskipun sebenarnya ia tidak setuju.
Relevansi yang tepat:
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dapat menghadapi situasi ketika pendapat pribadinya berbeda dengan keputusan kelompok sehingga diperlukan kemampuan menyampaikan pendapat secara tepat.
K. Relevansi Tidak Sama dengan Persetujuan
Ini merupakan jebakan yang cukup penting.
Jika seseorang menganggap suatu tindakan buruk, bukan berarti tindakan tersebut tidak relevan.
Contoh:
Dalam teks seorang tokoh berbohong kepada temannya.
Peristiwa tersebut tetap relevan dengan kehidupan sehari-hari meskipun berbohong merupakan tindakan yang tidak baik.
Relevansi berarti ada hubungan dengan kehidupan nyata, bukan berarti tindakan tersebut harus dianggap benar atau disetujui.
Jadi:
Relevan ≠ benar.
Relevan ≠ baik.
Relevan ≠ disukai.
Relevan = memiliki keterkaitan yang masuk akal.
L. Relevansi Tidak Sama dengan Kesamaan
Kesamaan berarti dua hal mempunyai keadaan yang sama atau hampir sama.
Relevansi lebih luas.
Contoh:
Teks menceritakan seorang tokoh yang kehilangan pekerjaan.
Seorang siswa mungkin tidak pernah kehilangan pekerjaan.
Namun peristiwa tersebut masih dapat relevan apabila dikaitkan dengan masalah ketidakpastian ekonomi, kebutuhan untuk beradaptasi, atau pentingnya mempersiapkan diri menghadapi perubahan.
Dengan demikian, relevansi dapat bersifat langsung maupun tidak langsung.
M. Relevansi dan Generalisasi
Hati-hati dengan pilihan jawaban yang terlalu luas.
Teks:
“Beberapa siswa menggunakan media sosial ketika pelajaran berlangsung.”
Kesimpulan:
“Sebagian siswa menggunakan media sosial ketika pelajaran berlangsung.”
Tidak tepat jika langsung diubah menjadi:
“Semua siswa tidak dapat berkonsentrasi karena media sosial.”
Informasi dalam teks tidak cukup untuk membuat generalisasi tersebut.
Dalam soal TKA, pilihan yang terlalu luas atau terlalu mutlak sering menjadi pengecoh.
Perhatikan kata:
- semua;
- selalu;
- tidak pernah;
- pasti;
- hanya;
- sepenuhnya;
- seluruh.
Kata-kata tersebut dapat membuat pernyataan menjadi terlalu mutlak apabila tidak didukung teks.
N. Relevansi dengan Fenomena Sosial
Teks dapat memuat peristiwa yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Contoh:
“Warga di sebuah lingkungan mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai setelah mengetahui banyak sampah plastik ditemukan di sungai.”
Relevansinya:
Peristiwa tersebut berkaitan dengan kehidupan sehari-hari karena penggunaan plastik, pengelolaan sampah, dan kebersihan lingkungan merupakan persoalan yang dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat.
Relevansi tidak hanya berkaitan dengan pengalaman pribadi pembaca, tetapi juga dengan keadaan yang terjadi dalam masyarakat.
O. Relevansi dalam Teks Fiksi
Dalam teks fiksi, peristiwa mungkin bersifat imajinatif.
Misalnya:
“Seorang pemuda menemukan sebuah benda ajaib yang dapat mengabulkan permintaan.”
Peristiwa ajaib tersebut belum tentu relevan secara langsung dengan kehidupan nyata.
Namun konflik yang dialami tokoh dapat tetap relevan.
Misalnya:
Tokoh harus memilih antara kepentingan pribadi dan kepentingan orang lain.
Relevansinya terletak pada persoalan pengambilan keputusan dan pertentangan kepentingan yang juga dapat terjadi dalam kehidupan nyata.
Jadi, dalam teks fiksi, bedakan:
Peristiwa literal → belum tentu terjadi dalam kehidupan nyata.
Masalah atau nilai → dapat tetap relevan dengan kehidupan nyata.
P. Pola Soal TKA yang Mungkin Muncul
Soal dengan indikator ini dapat berbentuk:
- Menentukan peristiwa dalam teks yang paling relevan dengan kehidupan sehari-hari.
- Menentukan alasan suatu peristiwa dianggap relevan.
- Menentukan penerapan nilai dalam kehidupan nyata.
- Menentukan contoh situasi yang memiliki masalah serupa.
- Menilai hubungan peristiwa dalam teks dengan fenomena masyarakat.
- Menentukan sikap yang sesuai berdasarkan peristiwa dalam teks.
- Menentukan peristiwa yang memiliki relevansi paling kuat.
- Membandingkan beberapa situasi berdasarkan tingkat relevansinya.
- Menilai relevansi peristiwa fiksi dengan kehidupan nyata.
- Menentukan konsekuensi atau pelajaran yang masih relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Q. Cara Membedakan Relevansi Kuat dan Relevansi Lemah
Relevansi kuat:
“Tokoh kesulitan membagi waktu antara belajar dan bermain sehingga tugasnya terlambat. Hal tersebut relevan dengan kehidupan pelajar karena pengelolaan waktu merupakan persoalan yang dapat dialami siswa.”
Relevansi lemah:
“Tokoh tersebut relevan karena ia tinggal di sebuah rumah.”
Hubungan kedua hal tersebut terlalu umum dan tidak berkaitan dengan inti peristiwa.
Prinsipnya:
Semakin dekat hubungan antara peristiwa utama dengan kehidupan nyata, semakin kuat relevansinya.
R. Jebakan dalam Soal Relevansi
1. Pilihan terlalu umum
Teks membahas penggunaan media sosial secara berlebihan.
Pilihan:
“Teknologi berkembang dengan cepat.”
Pernyataan tersebut mungkin benar, tetapi tidak secara khusus menunjukkan relevansi dengan masalah dalam teks.
2. Pilihan terlalu mutlak
Teks mengatakan “sebagian siswa”.
Pilihan mengatakan “semua siswa”.
Informasinya berubah menjadi terlalu luas.
3. Pilihan hanya mengulang teks
Pilihan hanya menyalin peristiwa tanpa menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Soal meminta relevansi, bukan sekadar identifikasi peristiwa.
4. Pilihan memiliki hubungan tetapi tidak paling kuat
Beberapa pilihan mungkin masih memiliki hubungan dengan teks.
Namun TKA dapat meminta hubungan yang paling relevan.
Pilih hubungan yang paling dekat dengan inti peristiwa.
5. Pilihan berdasarkan pengalaman pribadi
Jangan menentukan jawaban hanya karena:
“Saya pernah mengalami hal tersebut.”
Pengalaman pribadi bukan ukuran utama.
Yang dinilai adalah hubungan logis antara teks dan kehidupan sehari-hari.
S. Rumus Praktis Menjawab Soal
Gunakan pola:
Peristiwa dalam teks → masalah/nilai → kehidupan nyata
Contoh:
Peristiwa:
Siswa menunda tugas.
↓
Masalah:
Kurangnya pengelolaan waktu.
↓
Kehidupan nyata:
Pelajar dapat mengalami kesulitan membagi waktu antara belajar, bermain, dan kegiatan lainnya.
Jika ketiga bagian tersebut dapat dihubungkan secara logis, relevansinya kuat.
T. Pertanyaan Kunci Saat Mengerjakan TKA
Ketika menemukan soal relevansi, tanyakan lima hal:
- Apa peristiwa utama dalam teks?
- Apa masalah atau nilai yang terdapat di dalamnya?
- Apakah masalah tersebut dapat terjadi dalam kehidupan nyata?
- Apa hubungan peristiwa tersebut dengan kehidupan sehari-hari?
- Apakah pilihan jawaban benar-benar didukung oleh isi teks atau justru terlalu luas?
U. Ringkasan
Relevansi peristiwa adalah keterkaitan suatu peristiwa dalam teks dengan kehidupan nyata.
Relevansi dapat dilihat berdasarkan:
- Kesamaan masalah.
- Kesamaan situasi.
- Kesamaan perilaku.
- Kesamaan dampak.
- Kesamaan nilai.
- Persoalan sosial.
- Hubungan sebab-akibat.
Dalam teks fiksi, relevansi tidak harus berarti peristiwanya benar-benar terjadi di dunia nyata. Konflik, masalah, sikap, atau nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut dapat tetap relevan.
Dalam soal TKA, jangan hanya mencari peristiwa yang “mirip”. Carilah hubungan yang paling logis dan paling kuat antara isi teks dengan kehidupan sehari-hari.
Rumus sederhananya:
Temukan peristiwa → tentukan masalah/nilai → hubungkan dengan kehidupan nyata → pilih hubungan yang paling kuat dan tidak berlebihan.
Inti yang Harus Dikuasai Siswa
Relevansi = keterkaitan yang logis, bukan sekadar kemiripan.
Relevan ≠ berarti benar.
Relevan ≠ berarti baik.
Relevan ≠ berarti pernah dialami sendiri.
Relevan = memiliki hubungan yang masuk akal dengan kehidupan nyata.
